Bismillahirrahmaanirrahiim,,,
Ikhwah Fillaah yang selalu di rahmati Allah. Sudah merupakan sebuah fitrah bagi setiap insan yang hidup di dunia merasakan apa itu cinta. Cinta itu suci. Tetapi tergantung kita menyikapinya apakah akan terus suci atau malah menjadi ternodai.
Dalam sebuah lagu yang di lantunkan oleh suatu grup Nasyid, mereka berkata:
"Apalah arti cinta suci. Andai janji-janji sering di pungkiri.
Apalah arti cinta murni andai kata-kata sering di dustai".
Dalam konteks ini, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa cinta akan menjadi suci apabila kita memberikan cinta kepada yang berhak menerima cinta kita tersebut. Seperti memberikan cinta hamba kepada Rabb dan Rasulnya. Cinta dari seorang anak kepada orangtuanya atau sebaliknya. Cinta murid kepada gurunya atau sebaliknya. Cinta sesama anggota keluarga, kawan, sahabat maupun saudara seiman. Lalu timbal balik yang akan kita dapatkan adalah sebuah rasa kasih sayang yang sangat berarti untuk kehidupan kita karena rasa itu tulus kita berikan. Sebaliknya jika cinta yang berfitrah suci ini diberikan kepada orang yang salah, maka hanya kekecewaan yang kita dapatkan pada akhirnya. Memang, akan manis di awal tapi tanpa adanya ketulusan dalam hati itu semua tidak akan berarti.
Maka jagalah cinta kita ini agar selalu dapat menjadikan kebahagiaan untuk kita dan bukan menjadi boomerang bahkan kehancuran untuk diri kita sendiri.
Allahu a'lam.
Ikhwah Fillaah yang selalu di rahmati Allah. Sudah merupakan sebuah fitrah bagi setiap insan yang hidup di dunia merasakan apa itu cinta. Cinta itu suci. Tetapi tergantung kita menyikapinya apakah akan terus suci atau malah menjadi ternodai.
Dalam sebuah lagu yang di lantunkan oleh suatu grup Nasyid, mereka berkata:
"Apalah arti cinta suci. Andai janji-janji sering di pungkiri.
Apalah arti cinta murni andai kata-kata sering di dustai".
Dalam konteks ini, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa cinta akan menjadi suci apabila kita memberikan cinta kepada yang berhak menerima cinta kita tersebut. Seperti memberikan cinta hamba kepada Rabb dan Rasulnya. Cinta dari seorang anak kepada orangtuanya atau sebaliknya. Cinta murid kepada gurunya atau sebaliknya. Cinta sesama anggota keluarga, kawan, sahabat maupun saudara seiman. Lalu timbal balik yang akan kita dapatkan adalah sebuah rasa kasih sayang yang sangat berarti untuk kehidupan kita karena rasa itu tulus kita berikan. Sebaliknya jika cinta yang berfitrah suci ini diberikan kepada orang yang salah, maka hanya kekecewaan yang kita dapatkan pada akhirnya. Memang, akan manis di awal tapi tanpa adanya ketulusan dalam hati itu semua tidak akan berarti.
Maka jagalah cinta kita ini agar selalu dapat menjadikan kebahagiaan untuk kita dan bukan menjadi boomerang bahkan kehancuran untuk diri kita sendiri.
Allahu a'lam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar